0812-9908-7667
0812-9908-7667
0812-9908-7667

Tentang Penulis – Abdul Latif

metode hatamAbdul Latif lahir dari tradisi qari. Sejak kecil ia dan saudara-saudarinya seringkali mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (lomba keindahan bacaan Al-Quran) maupun Musabaqah Hifzhil Qur’an (lomba hafalan Al-Qur’an) se- DKI Jakarta.

Berkat do’a dan dukungan penuh kedua orang tuanyalah, Latif dan saudara-saudarinya sejak dulu  mencintai Al-Qur’an sebagai pondasi kehidupan, bukan mengejar prestasi semata, meski hal itu tidak ditampikkan.

Wajar bila kini, rumahnya dipenuhi piala dan penghargaan seputar Al-Qur’an dari berbagai lomba tingkat DKI Jakarta atau Nasional.

Latief muda sangat concern dengan pendidikan berbasis agama dan umum.  Beliau banyak menimba ilmu dengan berbagai guru lintas skill.  Salah satu yang ikut berkontribusi mengasah kemampuannya adalah qari dan juri MTQ Nasional-Internasional seperti Ustadz Muammar. Z. A, Ust. Imran Rosyadi, Ust Nafis Qurthubi, Ust Muhajir dan qari-qari lainnya.

Selain praktisi di bidang Al-Qur’an, yang fokus terhadap peningkatan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (motivator dan trainer) beliau juga seorang pengusaha. Beberapa bidang bisnisnya antara lain Nitrogen, Properti, Media dan Multimedia.

Putra ke-8 dari 10 bersaudara ini juga ikut membidani berdirinya PT. Radiks dan sempat menjadi Direktur Utama di perusahaan tersebut.

Radiks merupakan  perusahaan yang bergerak di bidang training SDM khususnya spiritualitas kerja. Ia pun sudah memberikan training tentang spiritualitas kerja dibanyak perusahaan. Yang terkini, lebih dari 70 angkatan di PT. Telkom dari Direksi sampai officer sudah merasakan sentuhan ilmu dan kehangatan persahabatan dari seorang Ustadz Latief.

Selain itu, beliau juga salah satu pendiri pesantren Latifah Mubarakiyah. Sebuah pesantren khusus tahfizh di Rawamangun, Jakarta Timur.

Metode HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) juga lahir dari konsistensi dan keprihatinan Ustadz Abdul Latif melihat perkembangan dan pengaruh era digital yang tak terbendung.

Dihindari tidak mungkin, karena memang sudah zamannya, maka, beliau kembali menghidupkan pola ‘lama’ hasil didikan orang tuanya yang kini ditambahkan unsur manajemen multimedia yang tertata rapi dan struktur untuk mengikuti perkembangan zaman,  namun TETAP syari’ah.

Juga, penambahan unsur happy learning, konsistensi intonasi dan musikalitas yang terangkum rapi dalam the power of audio visual,  yang lahir dari pengalamannya sejak menjadi praktisi Al-Qur’an.  Inilah yang kami sebut Metode HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan).

Lahirnya Metode HATAM ini insyaAllah menjadi salah satu sumbangsih Ustadz Latief dan tim, untuk kemaslahatan ummat. Hanya ridlo Allah SWT semata yang diharapkan.

Adapun pola marketing dan pemasaran adalah ikhtiyar – yang dalam ilmu dakwah familiar disebut dakwah bil khal (dakwah dengan perbuatan),  agar keberadaan Metode HATAM ini semakin banyak yang merasakan manfaatnya.

Sebagai manusia biasa yang pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan, penulis dan tim sangat mengapresiasi sahabat Metode HATAM, yang menyempatkan diri memberikan kritik dan saran untuk perbaikan Metode HATAM ini dikemudian hari.

Mari bersama menghidupkan Al-Qur’an di keluarga masing-masing. Agar Ridlo Allah menyertai kita semua sebagai ikhtiyar menjadi generasi yang Sholeh (saling memperbaiki).

Wassalamu’alaikum Wr. Wb